Mungkin saya memang sebegitu labilnya, baru beberapa minggu saya berkata (kepada diri sendiri dan kepada seorang kawan) bahwa saya berniat melanjutkan kisah Gadis dan Pria tapi yang saya lakukan malah justru mengakhirinya.
Saya pikir memang sudah sudah waktunya kisah absurd itu diakhiri, karena ternyata tidak cukup baik untuk kondisi kejiwaan saya, haha. Ya, tidak baik untuk terus-terusan berkata bahwa ini adalah kisah fiktif karena di beberapa bagian dari cerita itu nyata adanya.
Jika kalian pikir saya akan berhenti menulis, anda salah besar. Saya hanya sedang melakukan pilihan, memilih untuk menuliskan cerita yang benar-benar fiksi atau menulis cacatan harian dengan bumbu-bumbu superhiberbola. Dan saya membutuhkan waktu berfikir yang sangat panjang. Jadi silahkan nikmati episode terakhir dari kisah Gadis dan Pria; Unsaid (an Epilogue). Sampai jumpa dalam karya selanjutnya yang entah kapan.
-nonabdinegara-
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Friday, August 6, 2010
untuk memulai kembali, maka terpikir untuk berhenti
Mungkin saya memang sebegitu labilnya, baru beberapa minggu saya berkata (kepada diri sendiri dan kepada seorang kawan) bahwa saya berniat melanjutkan kisah Gadis dan Pria tapi yang saya lakukan malah justru mengakhirinya.
Saya pikir memang sudah sudah waktunya kisah absurd itu diakhiri, karena ternyata tidak cukup baik untuk kondisi kejiwaan saya, haha. Ya, tidak baik untuk terus-terusan berkata bahwa ini adalah kisah fiktif karena di beberapa bagian dari cerita itu nyata adanya.
Jika kalian pikir saya akan berhenti menulis, anda salah besar. Saya hanya sedang melakukan pilihan, memilih untuk menuliskan cerita yang benar-benar fiksi atau menulis cacatan harian dengan bumbu-bumbu superhiberbola. Dan saya membutuhkan waktu berfikir yang sangat panjang. Jadi silahkan nikmati episode terakhir dari kisah Gadis dan Pria; Unsaid (an Epilogue). Sampai jumpa dalam karya selanjutnya yang entah kapan.
-nonabdinegara-
Saya pikir memang sudah sudah waktunya kisah absurd itu diakhiri, karena ternyata tidak cukup baik untuk kondisi kejiwaan saya, haha. Ya, tidak baik untuk terus-terusan berkata bahwa ini adalah kisah fiktif karena di beberapa bagian dari cerita itu nyata adanya.
Jika kalian pikir saya akan berhenti menulis, anda salah besar. Saya hanya sedang melakukan pilihan, memilih untuk menuliskan cerita yang benar-benar fiksi atau menulis cacatan harian dengan bumbu-bumbu superhiberbola. Dan saya membutuhkan waktu berfikir yang sangat panjang. Jadi silahkan nikmati episode terakhir dari kisah Gadis dan Pria; Unsaid (an Epilogue). Sampai jumpa dalam karya selanjutnya yang entah kapan.
-nonabdinegara-
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment