Tuesday, August 24, 2010

Galak (?)

ga·lak a 1 buas dan suka melawan (menyerang, menggigit, menanduk, dsb tt binatang); ganas; garang: anjingnya -- sekali; 2 suka marah, mencaci maki, dsb: ayahnya termasuk orang yg -- sehingga ditakuti oleh anak-anaknya; meng·ga·lak v menjadi buas (marah dsb): anjing yg ~ itu menyerang kami; meng·ga·lak·kan v 1 membuat menjadi lebih galak (buas, berani, dsb); menghasut; membangkitkan marah; 2 menggiatkan; membangkitkan kegairahan: Pemerintah sedang ~ ekspor nonmigas;
peng·ga·lak·an n 1 proses, cara, perbuatan menjadikan galak; 2 proses, cara, perbuatan membangkitkan kegairahan;
ke·ga·lak·an n perihal galak 




maaf karena perhatian saya selalu keluar dalam bentuk kegalakan..

Wednesday, August 11, 2010

empati

em·pa·ti /émpati/ n Psi keadaan mental yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dl keadaan perasaan atau pikiran yg sama dng orang atau kelompok lain;
ber·em·pa·ti v melakukan (mempunyai) empati: apabila seseorang mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain, berarti ia sudah mampu ~ 
 


Friday, August 6, 2010

untuk memulai kembali, maka terpikir untuk berhenti

Mungkin saya memang sebegitu labilnya, baru beberapa minggu saya berkata (kepada diri sendiri dan kepada seorang kawan) bahwa saya berniat melanjutkan kisah Gadis dan Pria tapi yang saya lakukan malah justru mengakhirinya.

Saya pikir memang sudah sudah waktunya kisah absurd itu diakhiri, karena ternyata tidak cukup baik untuk kondisi kejiwaan saya, haha. Ya, tidak baik untuk terus-terusan berkata bahwa ini adalah kisah fiktif karena di beberapa bagian dari cerita itu nyata adanya.

Jika kalian pikir saya akan berhenti menulis, anda salah besar. Saya hanya sedang melakukan pilihan, memilih untuk menuliskan cerita yang benar-benar fiksi atau menulis cacatan harian dengan bumbu-bumbu superhiberbola. Dan saya membutuhkan waktu berfikir yang sangat panjang. Jadi silahkan nikmati episode terakhir dari kisah Gadis dan Pria; Unsaid (an Epilogue). Sampai jumpa dalam karya selanjutnya yang entah kapan.


-nonabdinegara-

Wednesday, August 4, 2010

bersepakat dengan perut

Hai perut! Mari kita buat kesepakatan...

Kamu jangan sakit-sakit sampai akhir minggu ini *kalau bisa sampai seterusnya*.

Karena saya masih ada UAS Hukum Pidana, HTN dan Hukum Islam, masih harus merevisi TOR dan RAB 2011, juga masih harus menyelesaikan editing 4 buku.

Dan saya janji sama kamu, perut, saya tidak akan makan makanan yang pedas-asem, mie, kafein, soda, dll yang bisa memicu meningkatnya asam lambung.

Bagaimana? Deal kan? OK! Terima kasih, kamu baik sekali :)

Tuesday, August 24, 2010

Galak (?)

ga·lak a 1 buas dan suka melawan (menyerang, menggigit, menanduk, dsb tt binatang); ganas; garang: anjingnya -- sekali; 2 suka marah, mencaci maki, dsb: ayahnya termasuk orang yg -- sehingga ditakuti oleh anak-anaknya; meng·ga·lak v menjadi buas (marah dsb): anjing yg ~ itu menyerang kami; meng·ga·lak·kan v 1 membuat menjadi lebih galak (buas, berani, dsb); menghasut; membangkitkan marah; 2 menggiatkan; membangkitkan kegairahan: Pemerintah sedang ~ ekspor nonmigas;
peng·ga·lak·an n 1 proses, cara, perbuatan menjadikan galak; 2 proses, cara, perbuatan membangkitkan kegairahan;
ke·ga·lak·an n perihal galak 




maaf karena perhatian saya selalu keluar dalam bentuk kegalakan..

Wednesday, August 11, 2010

empati

em·pa·ti /émpati/ n Psi keadaan mental yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dl keadaan perasaan atau pikiran yg sama dng orang atau kelompok lain;
ber·em·pa·ti v melakukan (mempunyai) empati: apabila seseorang mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain, berarti ia sudah mampu ~ 
 


Friday, August 6, 2010

untuk memulai kembali, maka terpikir untuk berhenti

Mungkin saya memang sebegitu labilnya, baru beberapa minggu saya berkata (kepada diri sendiri dan kepada seorang kawan) bahwa saya berniat melanjutkan kisah Gadis dan Pria tapi yang saya lakukan malah justru mengakhirinya.

Saya pikir memang sudah sudah waktunya kisah absurd itu diakhiri, karena ternyata tidak cukup baik untuk kondisi kejiwaan saya, haha. Ya, tidak baik untuk terus-terusan berkata bahwa ini adalah kisah fiktif karena di beberapa bagian dari cerita itu nyata adanya.

Jika kalian pikir saya akan berhenti menulis, anda salah besar. Saya hanya sedang melakukan pilihan, memilih untuk menuliskan cerita yang benar-benar fiksi atau menulis cacatan harian dengan bumbu-bumbu superhiberbola. Dan saya membutuhkan waktu berfikir yang sangat panjang. Jadi silahkan nikmati episode terakhir dari kisah Gadis dan Pria; Unsaid (an Epilogue). Sampai jumpa dalam karya selanjutnya yang entah kapan.


-nonabdinegara-

Wednesday, August 4, 2010

bersepakat dengan perut

Hai perut! Mari kita buat kesepakatan...

Kamu jangan sakit-sakit sampai akhir minggu ini *kalau bisa sampai seterusnya*.

Karena saya masih ada UAS Hukum Pidana, HTN dan Hukum Islam, masih harus merevisi TOR dan RAB 2011, juga masih harus menyelesaikan editing 4 buku.

Dan saya janji sama kamu, perut, saya tidak akan makan makanan yang pedas-asem, mie, kafein, soda, dll yang bisa memicu meningkatnya asam lambung.

Bagaimana? Deal kan? OK! Terima kasih, kamu baik sekali :)
 

Blogger news

Blogroll

About